“Kamilah
jiwa-jiwa bebas yang tidak terikat aturan baku sebuah perusahaan”
"Hidup
itu seperti mencoba terjun payung. Dimana kita mencoba melawan ketakutan kita
akan rasa ketinggian dan keraguan untuk mencoba terjun. Terkadang butuh
semangat teman untuk bisa terjun, atau bergandengan tangan dengan teman dan
terjun bersama-sama sehingga rasa takut menjadi berkurang. Atau bahkan butuh
kehadiran teman yang kesal karena menunggu kita tidak terjun juga, akhirnya
mendorong kita untuk jatuh dari helikopter dan membuat kita berteriak.
Namun
saat parasut terbentang dan kita bisa melihat kota kita dari sudut pandang
atas, disitulah kita bisa menikmati keindahan. Keindahan karena berani melawan
ketakutan. Kepuasan karena mampu melawan keraguan untuk terjun. Dan nilai
plusnya, kemampuan melihat peluang yang ada saat kita menikmati melihat kota
dari atas. Karena sesekali, kita memang membutuhkan sudut pandang yang berbeda dari biasanya untuk mendapatkan inspirasi.
Jadi, terjun seorang diri, bersama teman, atau di dorong teman, itu
hanyalah sebuah proses untuk menghilangkan ketakutan. Karena pada dasarnya
setiap manusia memiliki rasa takut. Tinggal caranya saja bagaimana untuk
menghilangkan rasa takut itu. Dan aku memilih terjun bergandengan bersama teman,
menikmati keindahan kota bersama-sama, sambil berdiskusi mencari peluang yang
ada, dan tentunya bersama lebih mengurangi rasa takut kita. Karena dua kepala
lebih baik daripada satu kepala. Bersama mencoba menyatukan ide, membuat konsep
dan melaksanakannya. Siapakah sang konseptor dan eksekutor? Dua-duanya
konseptor atau dua-duanya eksekutor, atau salah satu konseptor atau eksekutor?
Mana saja, asal di iringi dengan dasar kepercayaan, satu dalam visi dan misi,
maka semua akan terlaksana. Maka keberanianlah yang berbicara."
Kita
adalah makhluk sosial. Tidak mungkin kita hidup tidak membutuhkan orang
lain. Bahkan untuk hal terkecilpun kita masih membutuhkan orang lain.
Bukankah hidup itu harus seimbang antara hablumminallah dan hablumminannas. Dan sebagai makhluk sosial, hablumminannas atau hubungan dengan manusia harus terjalin dengan baik.
Setiap orang membutuhkan partner dalam hidupnya. Baik partner yang diartikan sahabat, teman, partner dalam
bekerja, berumah tangga dan hal lainnya. Sahabat dan teman pasti kita
sudah memilikinya. Bahkan seorang penjahat pun memiliki sahabat yang
dipercayainya. Dan sekarang, aku menemukan partner kerja/bisnis ku. Orang itu adalah senior di SMA yang sudah aku anggap kakak sendiri.
Berawal dari terlalu banyak menganggur dan mengalami kebosanan tingkat tinggi, kemudian pergi ngebolang
bersama sampai tidak ada tempat terdekat untuk dituju lagi, saat itulah
akhirnya keputusan untuk bisnis bersama tercetus. Bisnis
berdasarkan kepercayaan. Tidak perduli perbedaan profesi yang ada
diantara kita. Apa peduli dengan profesi yang berbeda? Toh dimata Allah
kita semua sama.
Sebagai
dua orang pengangguran yang kerjanya hanya jalan-jalan, dan memiliki
jiwa yang selalu ingin bebas dan tidak terikat pekerjaan, akhirnya kami
memutuskan untuk terjun bersama. Terjun ke dunia bisnis. Menjadi pegawai sepertinya bukan jiwa kami. Malah jika bisa, nanti kami ingin membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain.
Semua inspirasi muncul beriringan dengan
roda mobil yang berputar, jalan-jalan yang di lalui, dan obrolan-obrolan
yang panjang. Terlalu banyak inspirasi yang didapat tapi modal tidak ada. Terlalu banyak konsep yang dibuat tapi sulit menjalankannya. Akhirnya, karena mengetahui posisi masing-masing, berjualan sayuran adalah bisnis awal kami. Ini adalah hasil pemikiran dan keputusan bersama. Setelah menimbang dan memperkirakan segalanya, bisnis ini yang paling mudah dijalani mengingat senior lebih menguasai sayuran dan modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar.
Aku lebih cocok menjadi sang konseptor dan Sopyan Tsauri sang eksekutor.
Ini semua tidak hanya menjalin kerjasama bisnis semata, tapi karena ada unsur yang lebih penting dari menghasilkan uang itu sendiri. Terjalinnya kerjasama ini atas unsur kepercayaan dan saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Semoga bisnis ini adalah langkah awal kami untuk memulai bisnis-bisnis yang lain. Karena terlalu banyak inspirasi dikepala ini yang berputar dan ingin di wujudkan.
Semangat untuk bisnis kita
Hidup freeman!