Jumat, 09 Mei 2014

Kenapa Aku Memilihmu..

Ada yang bertanya kenapa aku memilihmu...
Aku hanya tersenyum dan berkata
"Apa perlu ada alasan untuk setiap rasa yang ada?"

Banyak pertanyaan datang dari mereka :
kenapa tidak dengan dokter lagi?
Kenapa tidak mencari yang seumuran/lebih tua?
Kenapa menolak yang sukses dan kaya?

Bahkan kulihat pandangan2 aneh, tak percaya, atau yang lainnya dari mata mereka

Masya Allah
Pandangan kita memang terlalu "dunia", terlalu logika
Padahal ada Sang Pencipta Cinta dan kata hati/perasaan yang tak mungkin kita bohongi

Aku mencintainya tulus tanpa paksaan
Tanpa embel2 kekayaan & kesuksesan

Haruskah dokter menikah dengan dokter lagi? Meski kenyataannya banyak yg seperti itu, tapi aku menikmati setiap detik bersamanya walaupun kita dibidang yg berbeda
Aku suka saat dia bertanya "Sayang, boleh minum obat ini dengan obat ini ga?" Atau "lagi sakit, minum obat apa ya?"
Pertanyaan itu membuatku merasa berguna untuknya. Beda bila kita dengan sama2 satu profesi.. tak perlu bertanya, dia sudah tau jawabannya

Haruskah selalu dengan yang seumuran atau lebih tua?
Nyatanya kedewasaan tidak dilihat berdasarkan umur
Banyak yang seumuran dan lebih tua tapi berkelakuan kekanakan, egois, kasar dan pemarah
Tapi dia membuktikan meski umurnya lebih muda, tapi pembawaannya tenang, sabar, tidak pernah berprilaku dan berkata kasar, dan tidak egois

Kenapa menolak yang sukses/kaya saat dia datang kehadapan kita?
Untuk apa kesuksesan dan kekayaan bila kita tidak menyayangi/mencintainya? Bila kita tidak menyukai kepribadiannya?
Rezeki , jodoh, maut.. Allah yg mengatur..
Dengan siapapun kita menikah, baik kaya atau tidak, Allah sudah mengatur rezeki kita masing2..
Kita menikah dengan yg kaya pun bila Allah berkata rezeki kita seret, pasti ada saja hal yang membuat rezeki kita tidak lancar... entah perusahaan suami kita bangkrut, dia korupsi dan kekayaannya disita, atau suami kita pelit kepada kita

Lalu apa yang harus dipertanyakan dan ditakutkan..?

Aku ingin menjadi wanita yang mendampinginya menaiki puncak kesuksesan...
Menemaninya saat dia lelah...
Menguatkannya saat dia rapuh...
Beribadah bersamanya dengan ikhlas dan tenang...
Tersenyum bersamanya saat dia mencapai titik kesuksesan tersebut....

Tak perlulah banyak bertanya dan lainnya
Cukuplah kita saling mendoakan yang terbaik untuk kita

Hidup dan menikah, bukan untuk saling bersaing dengan laki2 / wanita sukses/kaya mana yang menikah dengan kita
Bukan saling bersaing seberapa besar mahar/uang yang "dibawa" saat lamaran
Bukan seberapa mewah resepsi kita

Tapi hidup dan menikah itu untuk ibadah...

Mari kita jalani hidup kita masing2 dengan penuh keikhlasan, kenyamanan, kekeluargaan dan saling mendoakan :)


"Kacamata dan persepsi setiap orang selalu berbeda saat melihat sesuatu, karena setiap kepala memiliki sudut pandang berbeda dengan cara berpikir yang berbeda pula... namun cara pandang dan berpikir yang baik adalah dengan tidak suudzon, tidak melihat hanya dari satu sisi saja :) dunia itu luas dan beragam isinya, maka cara berpikir kita haruslah bisa menandingi luasnya dunia dan tidak melihat hanya pada satu sudut pandang :) "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar