Minggu, 07 Oktober 2012

Bali

Yups, akhirnya bisa juga ke Bali :)
Hehehe bener-bener norak banget, baru sekarang bisa ke Bali, dari yang sebelumnya cuma liat di teve plus denger cerita dari orang-orang. Keberangkatan ini juga karena sebuah keberuntungan aja, sebuah perjalanan yang Allah kasih. Berbarengan dengan papa yang ada urusan kerja ke Bali.

Perjalanan singkat ini terjadi hari Kamis, 4-6 oktober 2012. Alhamdulillah hotel tepat di depan pantai Kuta, di Grand Istana Rama Hotel. Hotel yang memakai konsep desa adat bali di dalamnya terasa indah dan asri dengan ornamen kayu dan banyaknya pohon-pohon rindang. Tidak berapa lama papa mengajakku jalan-jalan di sepanjang pantai Kuta. Pantainya yang landai dan terhampar luas pasir yang putih, sungguh sangat berbeda dengan pantai Anyer yang disisi pantainya sudah penuh dengan hotel-hotel. Para wisatawan ada yang asik bermain air, bermain pasir, atau sekedar jalan menyusuri pinggir pantai. Aku dan papa hanya berdiri menikmati angin laut sambil memperhatikan orang-orang. Ya, hobi aku dan papa itu tersenyum, memperhatikan orang-orang, sambil berkomentar sesekali. Tidak berapa lama, kedua teman papa datang dan mengajak ke Joger untuk melihat-lihat kaos. Anak-anak minta oleh-oleh kaos. Alasan kedua bapak itu. Padahal mereka sudah berkali-kali kemari untuk urusan kerja, tapi tetap saja oleh-oleh kaos itu yang  mereka beli. 

Ke bali adalah urusan kerja untuk papa, tinggal aku yang bingung mau kemana seharian ini. Akhirnya setelah menghubungi teman yang sering ke Bali, aku diberi rekomendasi mobil sewaan. Sehari (12 jam) Rp.300.000, sudah termasuk bensin dan uang makan sopirnya. Akhirnya, tepat jam 9 pagi pak Bagus datang untuk mengajakku berkeliling disebagian wilayah Bali. Pak Bagus bilang, waktu yang terlalu singkat untuk menjelajah semuanya, minimal seminggu di Bali, baru terjelajah semuanya. Pria sekitar umur 55 tahun itu sangat baik, ramah, dan merupakan guide yang baik. Setelah ditanya kemana tujuan yang akan dituju, akhirnya karena aku bingung ingin semuanya di kunjungi. aku bilang "Pemandangan alam saja Pak Bagus". Akhirnya, kami segera meluncur ke Monkey Forest, Goa Gajah, dan Gunung Kawi. Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya mata ini melihat jalanan, rumah-rumah, pura, dan toko-toko yang berjejer. Pak Bagus sempat berkata, "Baru kali ini ada anak muda yang maunya ke pemandangan alam dan pura, yang lain biasanya maunya water sport atau belanja."

Monkey Forest di daerah adalah tujuan pertama. Pemandangan yang asri sepanjang perjalanan benar-benar menyejukkan mata. Rumah-rumah yang terdapat banyak ukiran membuatku terkagum-kagum. Indahnya pulau Bali. Sesampainya di tempat tujuan, monyet-monyet yang banyak itu saling berlalu lalang. Turis-turis asik berfoto atau hanya sekedar melihat-lihat saja. Setelah sempat berputar sebentar, pak Bagus mengajakku melihat keindahan lukisan yang di pamerkan di Monkey Forest.




Perjalanan kedua menuju Goa Gajah. Sepanjang jalan itu, pak Bagus banyak bercerita mengenai keindahan alam Bali, tentang upacara ngaben dan upacara adat lainnya. Mendekati Goa Gajah, kami menyempatkan makan siang di sebuah rumah makan. Ayam Betutu adalah pesanan utama. Ku ajak pak Bagus makan bersama. Walaupun awalnya menolak, tapi setelah dipaksa akhirnya mau juga. Sambil menanti ayam betutu datang, pak Bagus bercerita mengenai keluarganya. Beliau memiliki dua orang putra. Yang pertama tengah berlayar, dan yang kedua baru lulus SMA. Istrinya adalah seorang perawat. Beliau juga berencana ingin membuka penginapan di dekat rumahnya, namun terbentur biaya sehingga keinginannya belum tercapai.
Tidak lama pesanan pun datang. Ayam betutu ditemani dengan segelas es teh manis, benar-benar membuat perut keroncongan. Apalagi ayam betutu nya terasa enak dan gurih di lidah. Bahkan Pak Bagus sempat berkata, "Mba Indah, baru kali ini saya makan ayam betutu seenak ini... Pantas tamu-tamu selalu minta makan ayam betutu di tempat ini." Aku hanya tersenyum, jadi selama berkali-kali beliau menemani tamu-tamu, baru kali ini beliau makan ditempat ini. Tempat yang selalu menjadi tujuan tamu-tamunya.



Pura Goa Gajah terletak di desa Bedulu. Menurut riwayat, Goa Gajah sering digunakan untuk bertapa, dan terdapat air suci. Di dalamnya terdapat 3 arca, yaitu Ratu Kompiang, arca Trilingga, dan arca Ganesha.








Setalah Goa Gajah, kami langsung menuju Gunung Kawi, yang masih termasuk wilayah Tampaksiring, Gianyar. Pemandangan makin asri dengan banyaknya sawah yang menghijau. Perjalanan menuju Pura Gunung Kawi harus melalui 315 anak tangga yang menurun ke bawah. Setelah melewati anak tangga, akan terlihat sungai Pakerisan melintasi dalam candi Gunung Kawi. Menurut pak Bagus, ini adalah tempat Raja Udayana dimakamkan (tempat abu Raja Udayana disimpan).








Menjauh dari Pura Gunung Kawi, pak Bagus mengajakku untuk melihat Tari Kecak pukul 6 sore.




Sempat pula dalam perjalanan, pak Bagus mengajakku minum kopi luwak, dan berkunjung ke tempat pembuatan perak.

Perjalanan indah yang disuguhkan pak Bagus yang ramah dan baik. Dari memotong jalan, sempat tersasar, sampai terkena macet karena ada upacara ngaben. Dan pak Bagus dengan sabarnya menjawab semua pertanyaanku yang teramat banyak mengenai Bali dan adat istiadatnya. Terima Kasih Pak Bagus untuk perjalanan yang indah ini. Semoga saat kembali berkunjung ke Bali bisa bertemu bapak lagi :).

Pak Bagus yang ramah dan baik hati





Tidak ada komentar:

Posting Komentar