Sabtu, 10 November 2012

Pahlawan yang Terlupakan

 
Setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan. Hari dimana yang katanya kita mengenang jasa para pahlawan. Status Blackberry, Facebook, Twitter dan sosial media lainnya berisi tentang kata-kata yang membangun atau sekedar mengucapakan selamat hari pahlawan. Spanduk-spanduk di jalan pun berisi tentang hari pahlawan, bahkan ada SMS yang meminta sejenak untuk mengheningkan cipta untuk mengenang para arwah pahlawan. 
"Sebagai bangsa besar yang selalu menghargai jasa para pahlawannya, mari kita mengheningkan cipta sejenak selama 60 detik pada tanggal 10 November pukul 08.15 waktu setempat," demikian bunyi imbauan tersebut.

Namun, benarkah bangsa Indonesia begitu menghargai jasa para pahlawan?

Ironisnya masih ada di berita mengenai janda-janda pahlawan yang terlantar hidupnya. Para veteran pejuang kemerdekaan yang tidak sejahtera masa tuanya. Kemanakah pemerintah? Kemanakah kepedulian kita terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan bangsa Indonesia?
 
 

Katanya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Namun, kenapa masih ada veteran pejuang kemerdekaan dan janda pahlawan yang terlantar nasibnya? 
 
Harusnya pemerintah memiliki anggaran tersendiri yang di khususkan untuk para janda pahlawan dan veteran pejuang kemerdekaan, sebagai wujud terima kasih bangsa Indonesia kepada mereka yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia. Dengan adanya anggaran yang di khususkan, minimal kesejahteraan masa tua terjamin dan tidak ada lagi kisah terlantarnya veteran pejuang kemerdekaan dan janda pahlawan.

Toh, "anggaran" untuk korupsi saja ada, kenapa untuk mereka tidak ada? Padahal anggaran itu mungkin tidak sebesar "anggaran" korupsi yang dilakukan oleh para petinggi-petinggi pemerintahan. 

Mungkin inilah jiwa bangsa Indonesia yang telah terbuai oleh kemerdekaan dan melupakan jasa para pejuang yang telah rela menumpahkan darahnya demi sebuah kemerdekaan bangsa. Terbuai dengan kenyamanan kemerdekaan dan semakin berkurangnya rasa nasionalisme di dalam jiwa bangsa Indonesia.
 
Tidak hanya jasa para pahlawan pejuang kemerdekaan saja yang dilupakan. Bahkan "pahlawan" yang telah mengharumkan nama negara Indonesia baik dalam bidang olah raga, sains maupun yang lainnya pun banyak yang terlantar. Inilah potret bangsa kita saat ini.

Wahai pahlawan pejuang kemerdekaan, maafkanlah kami yang tak mampu mempertahankan kemerdekaan Indonesia seutuhnya. Yang tak mampu menciptakan generasi penerus bangsa yang mampu membawa Indonesia ke dalam kemerdekaan sesungguhnya. Ternyata waktu 350 tahun dalam kebodohan penjajahan tak cukup untuk membuat jiwa bangsa ini bangun dan merdeka. Karena penjajahan tak lagi melalui perebutan wilayah atau negara. Tak lagi dengan pertumpahan darah dan alat-alat perang. Tak lagi perlu datang dengan kapal perang dan prajurit yang memegang senjata. 
Petinggi negara terbuai dengan uang dan kekuasaan. Budaya luar menjajah pemikiran bangsa kita. Generasi muda tak lagi peduli dengan rasa nasionalisme. Kemanakah negara ini akan dibawa? Generasi seperti apakah yang akan meneruskan bangsa ini?
 
Apakah mungkin kami hanya mampu menjadi bangsa yang mengenang jasa para pahlawan? Bukan menghargai dan meneruskan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang seutuhnya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar