Rabu, 21 November 2012

jiwaku... Bersabarlah...


aku butuh alam bebas!
untuk menggapai segala mimpiku yang tertunda sekian tahun
memenuhi segala hasrat dan ambisiku
dan melampiaskan segala egoku ke udara

tapi yang kumiliki hanya ruang!
dimana aku harus membunuh segala mimpiku
melupakan segala hasrat dan ambisiku
menekan egoku

gerak ku terbatas
imajinasiku menjadi abstrak
aku seperti terkurung dalam ruang sempit

jiwaku adalah jiwa bebas
yang tak ingin terikat oleh apapun

aku ingin membentangkan sayapku ke udara
menapaki gunung tinggi yang terjal
mengarungi samudera
atau membuat lubang hingga kedasar bumi

tapi yang kulihat sekarang hanya realita!
dimana tanganku terantai oleh kata bernama "pekerjaan"
oleh pandangan-pandangan hidup yang dinamakan profesi

mereka bilang aku tak punya sayap
mereka bilang tak ada waktu untuk menaklukan himalaya
mereka bilang samudera sudah di arungi oleh nenek moyang kita
dan tak ada alat untuk melubangi dasar bumi

aku diminta menapakkan kaki di tanah

jiwaku meronta
mulutku terbungkam
gerakku terbatas

otakku terus berputar
mimpiku terus bermunculan
imajinasiku bermain-main liar di kepalaku

apakah hidup hanya sekedar mencari materi?
apakah hidup hanya sekedar demi mendapat pengakuan dari orang lain?

aku hanya ingin jadi orang benar

mengapa aku selalu dihadapkan pada realita yang tak sejalan dengan jiwaku?

rasa terenyuh melihat penderitaan
rasa bersalah saat tak mampu membantu
atau rasa tak berguna saat hanya mampu terdiam

aku tak ingin menjadi durhaka!
tapi aku juga ingin berjalan beriringan dengan jiwaku

saat ini aku hanya mampu terdiam
mencoba mencari celah ke permukaan
seperti setitik cahaya diangkasa
yang kadang tertutup gelapnya malam

dimanakah tempat jiwaku harusnya berlabuh...?

aku hanya ingin benar
aku hanya ingin berguna




gunung menjulang, samudera yang luas, dunia yang tanpa batas...
ingin rasanya ku kunjungi kalian...
berjalan jauh menapaki seluruh permukaan bumi...
sejengkal demi sejengkal... selangkah demi selangkah...
aku ingin mengukir sejarah hidupku, meski aku harus menulis diatas air, atau dengan pasir yang tertiup angin

mungkin ini hanya egoku
mungkin aku tengah jauh dari realita
mungkin juga aku yang terlalu banyak membaca buku hingga imajinasiku jauh melampaui realitasku

mereka bilang aku hanya cukup duduk manis 
menjalani dan memperdalam profesiku dengan baik
sehingga mampu mengumpulkan pundi-pundi uang untuk mampu bertahan hidup (atau bahkan melampaui kemampuan itu?)
mereka bilang aku harus membuang mimpiku, menahan egoku
mereka bilang ini bukan saatnya bermain
waktu dan usia sudah menunjukkan bukan saatnya lagi

tapi aku masih menyimpan mimpi itu...
aku rindu dimana aku bisa menapaki sejengkal demi sejengkal tanah dengan kakiku
meski peluh bercucuran dan rasa haus tak tertahankan
aku rindu menghirup udara alam bebas
dimana gemericik air terjun melantun di telingaku
hamparan hijau menyejukkan mataku
aku rindu dimana aku mampu membantu semampuku
meski itu hanya mengais sampah di jalanan
atau membantu mereka menyebrang jalan

duhai jiwaku... terlalu jauhkah kau bermimpi?
terlalu ingin bebaskah jiwamu ini?

aku masih mampu membantu sebisaku saat ini
aku masih mampu menapaki gunung, meski  tidak seperti dulu

tapi bukan keadaan saat ini yang ku inginkan
aku tak butuh harta berlebih
karena aku terbiasa dengan kesederhanaan sedari dulu
aku tak butuh pengakuan orang lain dengan memiliki profesi dokterku
aku hanya ingin ketulusan kalian terhadap diriku... bukan profesiku...

jiwaku... bersabarlah...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar