Subhannallah,
Memang perjalanan menuju rumah-Mu adalah perjalanan yang luar biasa, dan dipertemukan pula dengan orang-orang yang luar biasa.
Di bandara Soekarna-Hatta, mata ini tertuju pada sosok anak kecil sekitar umur 12-13 tahun yang tengah berdiri memakai seragam batik yang sama denganku. Lucu dan seru juga ya kalau pergi umroh mengajak anak saat masih kecil. Pikir ku saat itu. Saat tengah di absen oleh ustadz Zamzami, ustadz pembimbing kami selama perjalanan umroh ini, aku tahu bahwa namanya Bilal, Bilal Fairuz Karami. Nama yang bagus karena mengingatkan ku pada sosok Bilal, orang yang pertama mengumandangkan adzan dan memiliki suara merdu pada zaman Nabi Muhammad SAW.
Ada kesempatan aku berjalan tidak jauh darinya. Lalu aku coba menyapanya yang tengah berjalan dengan ayahnya. "Bilal ya namanya? Bagus" Tanyaku saat itu. Mereka berdua melihat ke arahku. Dengan tersenyum ramah ayahnya bertanya padaku, "Tahu nama Bilal dari mana?" tanyanya saat itu. Heran melihatku tahu nama anaknya. Dengan polos aku jawab, "Tadi pas di absen Pak, soalnya Bilal satu-satunya anak kecil di rombongan ini."
Si ayah tersenyum lagi, "Soalnya, ternyata banyak yang kenal Bilal. Bilal ini Qori," Jelasnya ramah. Wah, aku semakin kagum mendengarnya. Jadi ingin mendengar suara merdunya. Tapi pembicaraan ini tidak berlangsung lama karena aku di panggil ibuku.
Iseng aku coba cari di internet nama Bilal Fairuz Karami. Ternyata memang ada!
Pada usianya yang masih belia dia sudah hapal 30 juz Al-Qur'an. Dia juga termasuk 5 besar dalam MTQ Internasional tahun 2011.
Subhannallah, luar biasa sekali anak itu. Jadi ingin punya anak yang hafidz Al-Qur'an suatu hari nanti. Dan Alhamdulillah, akhirnya dapat kesempatan mendengarkan suara merdunya saat mengaji surah Yassin. Benar-benar merdu dan membuat hati tenang :)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar