Bismillah,
Akhirnya hari jumat, 18 Januari 2013 merapat juga ke Jakarta, tepatnya di Jatinegara, di sudinkes (suku dinas kesehatan) Jaktim. Setelah selama beberapa hari hanya melihat berita mengenai banjir di ibu kota melalui televisi, akhirnya dr. Azizah mengajak ku untuk ikut menjadi relawan selama 3-4 hari, dibawah naungan PB IDI.
Hari jumat pagi berangkat dari Tangerang menuju jakarta. Cuaca mendung dan sempat hujan selama perjalanan. Berharap hujan tidak turun terlalu lama dan air tidak semakin tinggi. Akhirnya kami bertemu di FK UI Salemba, untuk selanjutnya merapat ke Jatinegara dan bertemu dengan teman-teman IDI.
Kegiatan dimulai setelah shalat Jum'at. PB IDI bekerja sama dengan ICR LKMI dan ISMKI. Setelah dijelaskan mengenai teknis kegiatan oleh dr. Ardiansyah, kami akan dibagi menjadi dua posko, di Kp.Pulo rw 03 dan di mushala Khairul Anam yang tidak jauh dari sudinkes. Kami diantar menuju posko dengan ambulance. Hari pertama, aku dan dr. Azizah bertugas di posko mushala Kahirul Anam. Karena hari itu obat-obatan untuk dewasa belum datang, maka kami utamakan pengobatan dilakukan untuk anak-anak terlebih dahulu. Alhamdulillah posko ini berada di dalam rumah salah satu bapak yang sangat baik dan ramah. Semoga Allah menerima amal ibadah bapak dan menggantinya dengan yang lebih baik. Aamiin. Hari itu, keluhan diwarnai dengan ISPA, Penyakit kulit dan diare.
Menjelang maghrib kami menutup posko dan berkumpul kembali di sudinkes untuk briefing esok hari. Di lanjut dengan makan malam bersama di RM Pak Kumis.
Hari Kedua-Sabtu, aku, dr. Azizah, dan dr. Hartati bertugas di posko kesehatan Kp.Pulo bersama dengan relawan perawat yang baru hari itu datang. Keluhan pengungsi masih sama dengan kemarin, ISPA, penyakit kulit dan diare. Di Kp.Pulo banyak dari stasiun televisi meliput lokasi banjir. Banyak pula posko-posko relawan yang berdiri di sepanjang jalan. Para pengungsi tidur di dalam tenda yang telah disediakan.
Hari ketiga-Ahad, kami merapat ke Penjaringan, Pluit, untuk mendampingi Pak JK. Namun sayang, karena kami sempat salah arah, akhirnya kami tidak bertemu dengan beliau. Banjir di daerah Pluit masih cukup tinggi. Bahkan kami harus menyewa "perahu" untuk menuju posko PMI, tempat yang kami tuju. Meski harus naik perahu sewaan dan melewati banjir, kami tetap menikmati tugas dan selalu ceria.
Siangnya kami sempatkan makan bersama di Solaria Mall Kalibata dan kemudian menuju mobil tangki air bersih yang sudah disiapkan untuk penungsi sejak semalam.
Hari keempat-Senin, banyak pengungsi yang mulai kembali ke rumahnya karena air sudah surut. Kami memutuskan hanya membuka satu posko. Rencana awal di Kp.Pulo, namun karena dirasa tempat sudah tidak kondusif, kami pindah ke mushala Khairul Anam. Pasien tidak terlalu banyak. Maka saat siang hari, kami memutuskan untuk menutup posko.
Dilanjut posko kesehatan di hari Jumat di Rusunawa daerah Muara Baru, Penjaringan. Kami bekerjasama dengan PMI Jakarta Utara, yang ternyata di pimpin oleh dr. Zaenab, salah satu dokter pembimbing kami di RSIJ Sukapura saat menjalani masa coAss dulu.
Posko IDI di Rusunawa ini sebenarnya sudah dimulai sejak hari Kamis, namun, aku baru bisa ikut bergabung hari Jumat ini bersama dr. Azizah, dr. Hartati, dan dr. Marsaban.
Aku dan dr. Azizah pun sempat ikut baksos dua kali (hari Rabu daerah Penjaringan dan Minggu di daerah Kelapa Gading) dari Bakesguna SOKSI.
Hari-hari yang melelahkan namun menyenangkan karena bisa berguna bagi orang lain. Saat kondisi keuangan tidak memungkin untuk membantu, bukankah kita masih memiliki keahlian dan tenaga untuk membantu yang lainnya? Uang bukanlah tolok ukur untuk segalanya.









