Duluuuu, pernah makan risoles smoked beef cheese yang enaaaakkkk banget. Itu juga dikasih temennya kakak. Saking penasaran plus pengen lagi, akhirnya coba bikin sendiri deh. Googling tapi lupa dapet dari blog/web siapa X_x yang pasti cuma coba sekali resep dari situs itu, langsup top bangetttt. Kata sahabat sih risolesnya bikin kangen, kalo kata calon suami enak :9 (dulu buatin pas ultah sahabat di bulan puasa setahun yang lalu dan kebetulan calon suami temen sahabat).
Walaupun sampe sekarang kalau bikin kulit yang pertama dan kedua masih suka acak-acakan tapi alhamdulillah selanjutnya ga.
Selamat mencoba ^^
Kulit:
100 gr terigu
3 butir telur
1 sdt garam
250 ml susu cair
1 sdm mentega (lelehkan)
Isi:
4 lembar smoked beef, potong kecil (jumlah smoked beef bebas, targantung selera)
100 gr keju (aku pake Kraft quick melt)
3 butir telur, rebus, potong kecil-kecil
200 gr tepung panir (atau secukupnya)
1 butir telur, kocok lepas
Mayonese secukupnya
Minyak untuk menggoreng
Cara membuat kulit:
- ayak tepung di mangkuk, sambil di ayak tambah garam dan aduk rata
- buat lubang di tengah, masukan telur, aduk 1 arah hingga tercampur rata
- masukan susu sedikit demi sedikit sampai adonan licin dan halus
-masukan mentega, aduk rata
-tutup adonan dengan plastik, diamkan +- 30 menit
- olesi wajan dadar/teflon dengan margarin
- panaskan api sedang
- tuang 1 sendok sayur adonan, ratakan
Isi:
- bentangkan kulit, masukan smoked beef, telur, keju, mayonese
- lipat amplop
- celupkan ke dalam telur kocok
- gulungkan ke tepung panir
- simpan 1 jam di pendingin
- lalu goreng
Rabu, 12 November 2014
Gagal Katering
Ceritanya kemarin abis test food sama nyokap. Di resepsi orang. Ni tempat udah recommended dan banyak yang pake karena terjamin rasa dan harganya juga oke.
Tapi ga tau kenapa lidah nyokap ga pas sama rasanya. Gw pribadi sih oke-oke aja walaupun ada masakan yang bumbunya kurang nendang. Akhirnya diputuskan No untuk katering itu.
Pas pulang kita bawa test food yang isinya gado-gado, fillet ikan, sama daging teppanyaki kayaknya. Gado-gadonya enak. Tapi ikan sama dagingnya kurang. Babeh yang dari awal udah pusing sama urusan katering dan nyokap yang masih aja ngebahas katering awal yang dia taksir tapi harganya mahal, akhirnya bilang, "Enak ini mah, apa karena bapak sering nyobain katering dia ya." Atau, "Cukup mah kata bapak mah," atau "Gado-gadonya enak mah, gubernur aja dulu sampe nambah berkali-kali gado-gadonya." (Pernyataan yang terakhir diragukan kebenarannya hihihi).
Udah bingung cari katering lagi secara nyokap pengen pake katering, sedangkan dari awal gw sama calon pengennya masak aja. Selain lebih murah bisa bikin porsi banyak atau gubugannya jadi banyak pas resepsi nanti.
Nyokap sih udah naksir katering awal yang sempet gw survey bareng calon. Soalnya dia pernah rasain masakannya pas di respsi sodara. Emang yahud sih. Dekor juga oke punya. Tapi harganya lumayan tinggi. Apalagi buat undangan yang bakal lumayan banyak nanti pas resepsi. Jadi mikir 2x walaupun mbak kateringnya udah ramah plus baik banget bikin penawaran berkali-kali.
Akhirnya setelah diskusi panjang lebar sama nyokap plus babeh. Akhirnya kita ga jadi pake katering. Masak dirumah aja tapi cari yang masakannya mantep. (Ini dia harus nyari-nyari lagi hufttt). Selain porsi bisa dapet banyak dengan harga yang ga mahal, kita bisa banyakin gubukan biar ramein makanan.
Hati senang, kantong pun tenang :D
Repot yaa ngurus-ngurus konsumsi...
Tapi ga tau kenapa lidah nyokap ga pas sama rasanya. Gw pribadi sih oke-oke aja walaupun ada masakan yang bumbunya kurang nendang. Akhirnya diputuskan No untuk katering itu.
Pas pulang kita bawa test food yang isinya gado-gado, fillet ikan, sama daging teppanyaki kayaknya. Gado-gadonya enak. Tapi ikan sama dagingnya kurang. Babeh yang dari awal udah pusing sama urusan katering dan nyokap yang masih aja ngebahas katering awal yang dia taksir tapi harganya mahal, akhirnya bilang, "Enak ini mah, apa karena bapak sering nyobain katering dia ya." Atau, "Cukup mah kata bapak mah," atau "Gado-gadonya enak mah, gubernur aja dulu sampe nambah berkali-kali gado-gadonya." (Pernyataan yang terakhir diragukan kebenarannya hihihi).
Udah bingung cari katering lagi secara nyokap pengen pake katering, sedangkan dari awal gw sama calon pengennya masak aja. Selain lebih murah bisa bikin porsi banyak atau gubugannya jadi banyak pas resepsi nanti.
Nyokap sih udah naksir katering awal yang sempet gw survey bareng calon. Soalnya dia pernah rasain masakannya pas di respsi sodara. Emang yahud sih. Dekor juga oke punya. Tapi harganya lumayan tinggi. Apalagi buat undangan yang bakal lumayan banyak nanti pas resepsi. Jadi mikir 2x walaupun mbak kateringnya udah ramah plus baik banget bikin penawaran berkali-kali.
Akhirnya setelah diskusi panjang lebar sama nyokap plus babeh. Akhirnya kita ga jadi pake katering. Masak dirumah aja tapi cari yang masakannya mantep. (Ini dia harus nyari-nyari lagi hufttt). Selain porsi bisa dapet banyak dengan harga yang ga mahal, kita bisa banyakin gubukan biar ramein makanan.
Hati senang, kantong pun tenang :D
Repot yaa ngurus-ngurus konsumsi...
He Is My Dad
Ayah....
Beliau mengajarkan makna hidup dengan begitu indahnya. Mengajarkan arti maaf, sabar dan ikhlas yang sesungguhnya.
Ada begitu banyak pembelajaran mengenai kehidupan yg didapat dari beliau. Baik tersirat ataupun tersurat. Bahkan dalam diamnya pun beliau memberikan sebuah pelajaran hidup yang begitu bermakna.
Dalam kesabaran dan keikhlasan akan ada buah manis yang tak tergantikan oleh apapun. Akan mendapatkan ketenangan jiwa yang lebih indah dari segalanya.
Maaf tak mengartikan kita kalah dan rendah, tapi maaf memberi pelajaran terhadap jiwa dan diri kita untuk bisa lebih bijaksana. Lebih memahami bahwa setiap manusia pasti memiliki kesalahan.
Berbuat baik terhadap sesama itu kewajiban kita sebagai makhluk Allah. Dibalas dengan kebaikan atau kejahatan, itu urusan mereka dengan Allah dan kehidupannya.
Setiap perbuatan dan perkataan haruslah diambil dalam sikap ketenangan, penuh perencanaan dan jangan sampai menyakiti hati makhluk hidup lainnya.
Kita tak boleh menjadi manusia yang egois, tamak, rakus dan sombong. Itu bukan sifat kita, tapi sifat syaitan yang terdapat pada manusia.
Beliau mengajarkan bahwa hidup haruslah penuh dengan perjuangan, penuh dengan ilmu yang bermanfaat, kreatif dan penuh kasih dengan sesama. Haruslah menjadi manusia yang membawa kebaikan untuk sesama. Bukan menjadi manusia yang merugikan sesama.
Dalam kesederhanaannya beliau menunjukkan bahwa kekayaan materi bukanlah no.1. Pengakuan masyarakat mengenai materi bukanlah segalanya. Tapi akhlak baik dan hubungan baik dengan sesama manusia lah yang harus diutamakan.
Tak perlulah kita berlaku sok dan ingin dianggap hebat oleh yang lainnya. Pada dasarnya, manusia bisa melihat dengan sendirinya siapa diri kita tanpa harus kita umbar.
Beliau adalah ayah yang sangat kukagumi dan cintai. Inspirasi terbesar dan terhebat dalam hidupku. Pria yang mencintaiku tanpa batas, tanpa alasan, dan penuh ketulusan. Beliau mengajariku bagaimana memahami jiwa-jiwa setiap manusia yg kadang egois dan tak bermoral.
Happy fathers day my lovely dad, my inspiration
Tak dapat terucap begitu kagum dan besarnya cintaku pada ayah. Penasehat TERBAIK dalam hidupku.
(Semoga sayang Setiawan Indra bisa menjadi ayah yg disayangi, dihormati, dan dikagumi oleh anak-anak nantinya :) Aaamiiin)
Beliau mengajarkan makna hidup dengan begitu indahnya. Mengajarkan arti maaf, sabar dan ikhlas yang sesungguhnya.
Ada begitu banyak pembelajaran mengenai kehidupan yg didapat dari beliau. Baik tersirat ataupun tersurat. Bahkan dalam diamnya pun beliau memberikan sebuah pelajaran hidup yang begitu bermakna.
Dalam kesabaran dan keikhlasan akan ada buah manis yang tak tergantikan oleh apapun. Akan mendapatkan ketenangan jiwa yang lebih indah dari segalanya.
Maaf tak mengartikan kita kalah dan rendah, tapi maaf memberi pelajaran terhadap jiwa dan diri kita untuk bisa lebih bijaksana. Lebih memahami bahwa setiap manusia pasti memiliki kesalahan.
Berbuat baik terhadap sesama itu kewajiban kita sebagai makhluk Allah. Dibalas dengan kebaikan atau kejahatan, itu urusan mereka dengan Allah dan kehidupannya.
Setiap perbuatan dan perkataan haruslah diambil dalam sikap ketenangan, penuh perencanaan dan jangan sampai menyakiti hati makhluk hidup lainnya.
Kita tak boleh menjadi manusia yang egois, tamak, rakus dan sombong. Itu bukan sifat kita, tapi sifat syaitan yang terdapat pada manusia.
Beliau mengajarkan bahwa hidup haruslah penuh dengan perjuangan, penuh dengan ilmu yang bermanfaat, kreatif dan penuh kasih dengan sesama. Haruslah menjadi manusia yang membawa kebaikan untuk sesama. Bukan menjadi manusia yang merugikan sesama.
Dalam kesederhanaannya beliau menunjukkan bahwa kekayaan materi bukanlah no.1. Pengakuan masyarakat mengenai materi bukanlah segalanya. Tapi akhlak baik dan hubungan baik dengan sesama manusia lah yang harus diutamakan.
Tak perlulah kita berlaku sok dan ingin dianggap hebat oleh yang lainnya. Pada dasarnya, manusia bisa melihat dengan sendirinya siapa diri kita tanpa harus kita umbar.
Beliau adalah ayah yang sangat kukagumi dan cintai. Inspirasi terbesar dan terhebat dalam hidupku. Pria yang mencintaiku tanpa batas, tanpa alasan, dan penuh ketulusan. Beliau mengajariku bagaimana memahami jiwa-jiwa setiap manusia yg kadang egois dan tak bermoral.
Happy fathers day my lovely dad, my inspiration
Tak dapat terucap begitu kagum dan besarnya cintaku pada ayah. Penasehat TERBAIK dalam hidupku.
(Semoga sayang Setiawan Indra bisa menjadi ayah yg disayangi, dihormati, dan dikagumi oleh anak-anak nantinya :) Aaamiiin)
Langganan:
Komentar (Atom)