Ayah....
Beliau mengajarkan makna hidup dengan begitu indahnya. Mengajarkan arti maaf, sabar dan ikhlas yang sesungguhnya.
Ada begitu banyak pembelajaran mengenai kehidupan yg didapat dari beliau. Baik tersirat ataupun tersurat. Bahkan dalam diamnya pun beliau memberikan sebuah pelajaran hidup yang begitu bermakna.
Dalam kesabaran dan keikhlasan akan ada buah manis yang tak tergantikan oleh apapun. Akan mendapatkan ketenangan jiwa yang lebih indah dari segalanya.
Maaf tak mengartikan kita kalah dan rendah, tapi maaf memberi pelajaran terhadap jiwa dan diri kita untuk bisa lebih bijaksana. Lebih memahami bahwa setiap manusia pasti memiliki kesalahan.
Berbuat baik terhadap sesama itu kewajiban kita sebagai makhluk Allah. Dibalas dengan kebaikan atau kejahatan, itu urusan mereka dengan Allah dan kehidupannya.
Setiap perbuatan dan perkataan haruslah diambil dalam sikap ketenangan, penuh perencanaan dan jangan sampai menyakiti hati makhluk hidup lainnya.
Kita tak boleh menjadi manusia yang egois, tamak, rakus dan sombong. Itu bukan sifat kita, tapi sifat syaitan yang terdapat pada manusia.
Beliau mengajarkan bahwa hidup haruslah penuh dengan perjuangan, penuh dengan ilmu yang bermanfaat, kreatif dan penuh kasih dengan sesama. Haruslah menjadi manusia yang membawa kebaikan untuk sesama. Bukan menjadi manusia yang merugikan sesama.
Dalam kesederhanaannya beliau menunjukkan bahwa kekayaan materi bukanlah no.1. Pengakuan masyarakat mengenai materi bukanlah segalanya. Tapi akhlak baik dan hubungan baik dengan sesama manusia lah yang harus diutamakan.
Tak perlulah kita berlaku sok dan ingin dianggap hebat oleh yang lainnya. Pada dasarnya, manusia bisa melihat dengan sendirinya siapa diri kita tanpa harus kita umbar.
Beliau adalah ayah yang sangat kukagumi dan cintai. Inspirasi terbesar dan terhebat dalam hidupku. Pria yang mencintaiku tanpa batas, tanpa alasan, dan penuh ketulusan. Beliau mengajariku bagaimana memahami jiwa-jiwa setiap manusia yg kadang egois dan tak bermoral.
Happy fathers day my lovely dad, my inspiration
Tak dapat terucap begitu kagum dan besarnya cintaku pada ayah. Penasehat TERBAIK dalam hidupku.
(Semoga sayang Setiawan Indra bisa menjadi ayah yg disayangi, dihormati, dan dikagumi oleh anak-anak nantinya :) Aaamiiin)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar